Riot Semakin Agresif Melawan Cheater VALORANT, Vanguard Kini Bidik Perangkat Cheat Seharga Puluhan Juta Rupiah

Bermain secara adil selalu menjadi salah satu nilai utama yang dijaga Riot Games di VALORANT. Sejak pertama kali dirilis, game FPS ini telah menggunakan Riot Vanguard, sistem anti-cheat berbasis kernel yang dikenal cukup ketat dibandingkan kebanyakan game online.
Namun belakangan ini, Riot kembali menjadi sorotan setelah melakukan langkah yang jauh lebih agresif dalam memerangi cheater. Bukan lagi sekadar memblokir akun, pembaruan terbaru Vanguard diklaim mampu menonaktifkan perangkat cheat berbasis DMA (Direct Memory Access) yang harganya bahkan bisa mencapai ribuan dolar AS.
Lalu, apa sebenarnya yang berubah? Mengapa pembaruan ini ramai diperbincangkan oleh komunitas?
Mengapa Riot Harus Bertindak Lebih Agresif?
Selama beberapa tahun terakhir, perkembangan cheat di game FPS tidak hanya berasal dari software biasa.
Para pembuat cheat mulai menggunakan perangkat keras khusus atau DMA (Direct Memory Access) yang bekerja melalui komputer kedua. Dengan metode ini, cheat dapat membaca memori game tanpa berjalan langsung di PC yang memainkan VALORANT, sehingga jauh lebih sulit dideteksi oleh anti-cheat konvensional.
Karena itulah Riot memutuskan untuk meningkatkan kemampuan Vanguard agar mampu menghadapi ancaman generasi baru ini.
Apa Itu DMA Cheat?

Berbeda dengan cheat biasa yang berjalan sebagai aplikasi di komputer pemain, DMA Cheat menggunakan perangkat tambahan yang terhubung melalui jalur PCIe.
Perangkat tersebut memungkinkan komputer lain mengakses memori game secara langsung.
Hasilnya, pemain bisa memperoleh berbagai keuntungan seperti:
- Wallhack
- ESP (Enemy Position)
- Aimbot
- Informasi posisi musuh secara real-time
Karena bekerja di luar sistem operasi utama, metode ini selama bertahun-tahun dianggap sebagai salah satu cheat yang paling sulit dideteksi.
Fakta Terbaru: Vanguard Kini Mampu Menghentikan DMA Cheat
Melalui pembaruan terbaru, Riot memperkuat mekanisme keamanan Vanguard dengan memanfaatkan fitur keamanan tingkat hardware seperti IOMMU.
Teknologi tersebut membuat perangkat DMA tidak lagi dapat mengakses memori game seperti sebelumnya.
Akibatnya, banyak pengguna perangkat cheat melaporkan bahwa alat mereka tidak lagi berfungsi ketika Vanguard aktif. Riot bahkan secara bercanda menyebut perangkat tersebut kini berubah menjadi "paperweight" atau sekadar pajangan mahal.
Unggahan tersebut langsung viral di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari komunitas.
Fair Play Tetap Menjadi Prioritas
Komitmen Riot dalam memberantas cheater membuat pengalaman bermain VALORANT terasa lebih kompetitif bagi pemain yang bermain secara jujur. Bagi banyak pemain, momen seperti ini juga menjadi waktu yang tepat untuk kembali mengejar rank atau mencoba bundle terbaru tanpa khawatir pertandingan terganggu oleh pengguna cheat.
Jika kamu berencana kembali bermain atau ingin membeli Battle Pass maupun skin favorit, kebutuhan Valorant Points (VP) bisa dipenuhi dengan mudah melalui Topupgim.com. Platform ini menyediakan layanan top up VP secara instan dengan berbagai metode pembayaran seperti QRIS, DANA, OVO, GoPay, ShopeePay, hingga transfer bank, sehingga kamu bisa langsung kembali fokus ke pertandingan.
Tidak Semua Orang Menyambut Positif
Meski banyak pemain mendukung langkah Riot, tidak sedikit pula yang mempertanyakan metode yang digunakan Vanguard.
Alasannya sederhana. Vanguard merupakan kernel-level anti-cheat, artinya sistem ini memiliki akses yang sangat dalam terhadap komputer pengguna.
Sebagian pihak menganggap pendekatan tersebut diperlukan untuk menghadapi cheat modern.
Namun sebagian lainnya mengkhawatirkan aspek privasi serta potensi risiko keamanan jika software dengan hak akses tinggi mengalami celah keamanan. Perdebatan mengenai hal ini sebenarnya sudah berlangsung sejak Vanguard pertama kali diperkenalkan pada 2020.
Riot Tidak Hanya Mengandalkan Ban Account

Menariknya, strategi Riot saat ini tidak lagi sebatas memberikan hukuman kepada akun yang ketahuan menggunakan cheat.
Tim Anti-Cheat Riot juga diketahui:
- melakukan fingerprint terhadap perangkat pelaku cheat,
- memantau komunitas pembuat cheat,
- menganalisis pola permainan,
- hingga terus memperbarui sistem deteksi secara berkala.
Menurut Riot, pendekatan berlapis seperti ini berhasil menekan jumlah pertandingan ranked yang mengandung cheater menjadi di bawah 1% secara global.
Dibandingkan FPS Lain, Vanguard Memang Berbeda
Hampir semua game FPS populer memiliki sistem anti-cheat.
Namun pendekatannya tidak selalu sama.
Game dan Sistem Anti-Cheat:
- Counter-Strike 2 → VAC & VAC Live
- Apex Legends → Easy Anti-Cheat
- PUBG → BattlEye
- Rainbow Six Siege → BattlEye
- VALORANT → Riot Vanguard (Kernel-Level)
Keunggulan Vanguard terletak pada kemampuannya mendeteksi ancaman hingga level sistem operasi dan perangkat keras. Namun di sisi lain, pendekatan ini juga menjadi alasan mengapa Vanguard sering menjadi bahan perdebatan di kalangan pengguna PC.
Vanguard Kini Lebih Fleksibel
Menariknya, di tengah peningkatan keamanan, Riot juga mulai memberikan fleksibilitas kepada pemain.
Melalui fitur Vanguard On-Demand, pengguna Windows 11 dengan konfigurasi keamanan tertentu kini dapat menjalankan Vanguard hanya saat game Riot dibuka, sehingga driver tidak lagi harus aktif sejak komputer dinyalakan. Langkah ini dinilai sebagai upaya Riot menyeimbangkan keamanan dengan kenyamanan pengguna.
Hal Menarik yang Jarang Diketahui
Beberapa perangkat DMA yang digunakan untuk cheat ternyata memiliki harga yang tidak murah.
Menurut berbagai laporan, satu set perangkat premium dapat bernilai hingga sekitar US$6.000, atau setara puluhan juta rupiah. Karena pembaruan Vanguard membuat perangkat tersebut tidak lagi efektif untuk digunakan di game Riot, banyak anggota komunitas menyebut investasi tersebut kini tidak berguna.
Fakta ini menunjukkan bahwa industri cheat saat ini bukan lagi sekadar software sederhana, melainkan telah berkembang menjadi bisnis dengan perangkat keras khusus.
Penutup
Langkah terbaru Riot Games menunjukkan bahwa perang melawan cheater masih jauh dari kata selesai. Seiring berkembangnya teknologi cheat, pengembang juga terus meningkatkan sistem pertahanan mereka agar pertandingan tetap berjalan adil bagi seluruh pemain.
Pembaruan Vanguard yang menargetkan perangkat DMA menjadi salah satu contoh bagaimana Riot memilih menghadapi ancaman hingga ke level perangkat keras. Meski memunculkan perdebatan mengenai privasi dan akses sistem, banyak pemain menilai langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Riot tidak ingin memberi ruang bagi praktik curang di VALORANT.
Ke depannya, pertarungan antara pengembang anti-cheat dan pembuat cheat kemungkinan akan terus berlanjut. Namun setidaknya untuk saat ini, Riot berhasil mengirim pesan yang jelas: semakin canggih metode cheat yang digunakan, semakin serius pula upaya mereka untuk menghentikannya.
Lengkapi Persiapanmu Sebelum Push Rank di VALORANT

Dengan lingkungan permainan yang semakin bersih dari cheater, sekarang menjadi waktu yang tepat untuk kembali mengejar rank atau menikmati konten terbaru di VALORANT. Baik untuk membeli Battle Pass, bundle skin eksklusif, maupun item kosmetik lainnya, kamu membutuhkan Valorant Points (VP) sebagai mata uang premium di dalam game.
Agar proses top up lebih mudah, kamu bisa top up vp murah di Topupgim.com. Tersedia berbagai pilihan nominal VP dengan transaksi cepat, aman, serta didukung metode pembayaran lengkap seperti QRIS, DANA, OVO, GoPay, ShopeePay, dan transfer bank. Dengan begitu, kamu bisa langsung kembali bertanding dan menikmati pengalaman bermain VALORANT tanpa hambatan.